Tampilkan postingan dengan label komponen elektronika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komponen elektronika. Tampilkan semua postingan

13 Mei 2013

Rangkaian Dioda I Penyearah setengah gelombang dioda

Rangkaian Dioda | Penyearah setengah gelombang Dioda adalah komponen elektronika berbahan semikonduktor (germanium, silikon) yang mempunyai karakteristik hanya dapat melewatkan arus forward saja dan menahan arus reverse atau sebagai penyearah yang dapat mebah arus bolak – balik mejadi arus searah.

Berikut akan dijelaskan salah satu aplikasi dari fungsi dioda yang dapat kita manfaatkan, yaitu sebagai penyearah setengah gelombang, seperti gambar berikut:

Rangkaian Dioda | Penyearah setengah gelombang

Pada gambar diatas sumber AC(Alterbating Current) atau sumber tegangan bolak balik disearahkan dengan menggunakan dioda, arus hanya dapat mengalir satu arah dibagian katoda sedangkan arus yang lewat di bagian anoda ditahan. perhatikan gelombang yang dihailkan gelombang negatif yang dihilangkan oleh dioda yang hanya melewatkan gelombang positif.

Untuk memperhalus tegangan keluaran, pada rangkaian dapat ditambahkan dengan kapasitor, seperti gambar dibawah ini

Rangkaian Dioda | Penyearah setengah gelombang
Selengkapnya ...

30 Nov 2011

Sensor suhu dengan Thermistor

 Thermistor merupakan salah satu sensor suhu yang sangat mudah untuk digunakan, karakteristik dari thermistor ini ialah thermistor akan berubah resistansinya / tahanannya ketika terjadi perubahan suhu disekitarnya.

Dengan karakteristik seperti itu, dengan menggunakan prinsip pembagi tegangan dalam merancang suatu sensor sederhana, dapat dibaca perhitungannya di artikel saya sebelumnya Rangkaian Sensor dengan Pembagi Tegangan. kita dapat merancang dan membuat rangkaian pendeteksi suhu.

Berikut rangkaian sensor suhu

Rangkaian sensor suhu | Sensor suhu dengan Thermistor
Komponen yang digunakan pada rangkaian sensor suhu diatas
  1. Baterry
  2. Thermistor
  3. Variabel reesistor
  4. Transistor NPN 2N2222
  5. Relay
  6. Led 2 Buah
Penjelasan rangkaian sensor suhu

Ketika thermistor mendeteksi kenaikan suhu maka resistansi thermistor akan mengecil dan ketika resistansi thermistor lebih kecil dari resistansi variabel resistor sebagai pembagi tegangannya maka akan ada arus yang mengalir ke basis transistor, ketika itu juga relay akan aktif dan led merah [ sebagai indikator panas akan aktif] sebaliknya jika suhu yang dideteksi thermistor kecil maka resistansi pada thermistor akan menjadi besar, dan ketika resistansi thermistor lebih besar dari pembagi tegangannya dalam rangkaian kali ini variabel  resistor maka tidak akan ada arus yang mengalir ke basis transistor, relay tidak aktif dan led hijau [ sebagai indikator suhu tidak panas aktif ].

Rangkaian sensor suhu, ketika suhu panas
Rangkaian sensor suhu, ketika suhu panas
Rangkaian sensor suhu, ketika suhu tidak panas
Selengkapnya ...

16 Nov 2011

Rangkaian Timer Transistor

Rangkaian Timer dengan Transistor

Transistor merupakan komponen elektronika berbahan semikonduktor yang dapat digunakan sebagai penguat (amplifier) ataupun sebagai saklar (switching). Nah pada tulisan kali ini transistor akan digunakan sebagai pewaktu (timer) dengan dikominasikan dengan kapasitor.

Berikut rangkaian transistor sebagai timer

Rangkaian Timer dengan Transistor

Komponen yang digunakan

- Transistor NPN dapat juga PNP (baiknya disusun Darlington)
- Kapasitor 2200 mikro Farad (semakin besar kapasitor semakin lama waktu delay yang dapat dibuat)
- Variabel resistor (semakin besar resistansi semakin lama waktu delay yang dapat kita atur)
- Resistor
- Beban (Dalam hal ni digunakan led)
- resistor
- saklar
- Baterry

Penjelasan rangkaian

Keika saklar dalam posisi NO (kapasitor terhubung singkat) ini artinya kapasitor melakukan pelepasan muatan yang ada di dalamnya, namun ketika saklar ditekan kapasitor melakukan pengisian samapi tegangan pada kapasitor mendekati tegangan suplly, setelah itu baru arus dapat mengalir ke basis transistor dan transistor dapat aktif dan lampu akan hidup, proses pengisian inilah yang dimanfaatkan untuk membuat waktu delay yang meunda lampu hidup untuk beberapa waktu.
Catatan: Untuk mengatur lama tidaknya waktu delay dilakukan dengan memperbesar atau memperkecil resistansi pada variabel resistor.

Gambar simulasi ketika lampu hidup

Rangkaian Timer dengan Transistor

semoga bermanfaat.
Selengkapnya ...

11 Nov 2011

Pengisian dan Pengosongan Kapasitor

Prinsip Pengisian dan Pengosongan Kapasitor 

 Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik sehngga pada aplikasinya banyak digunakan untuk membuat osilasi, timer, serta penstabil tegangan pada rangkaian power supply.

Kapasitor dapat menyimpan muatan listrik sesuai dengan kapasitas kapasitansinya.

C = Q. V

keterangan:
C= kapasitansi kapasitor [ Farad ]
Q = Muatan Listrik [ Coulumb ]
V = tegangan [Volt]

Proses pengisian muatan kapasitor dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Kapasitor

Pada saat saklar / switch ditekan maka kapasitor akan membentuk loop tertutup dengan battery 9 Volt, maka kapasitor akan melakukan pengisian sampai dengan tegangan pada kapasitor sama dengan tegangan pada baterry, dapat dilihat pada tampilan grafiknya.

Proses pengosongan muatan kapasitor dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Kapasitor | Prinsip Pengisian dan Pengosongan Kapasitor


Pada saat saklar / switch dilepas maka polaritas positf kapasitor akan terhubung singkat dengan polaritas negatif kapasitor, maka kapasitor akan melakukan pengosongan muatan sampai dengan tegangan pada kapasitor habis, dapat dilihat pada tampilan grafiknya.

Semoga artikel singkat ini bermanfaat
Selengkapnya ...

26 Mei 2011

Membuat Rangkaian Driver Relay

Membuat Rangkaian Driver Relay | Rangkaian Pengaktif Relay

Relay adalah saklar elektronik yang dapat membuka atau menutup rangkaian dengan menggunakan kontrol dari rangkaian elektronik lain, Relay dapat kita gunakan untuk switching atau kontrol beban. Relay pada aplikasi kontrol sering digunakan sebagai switching input ataupun output pada PLC atau mikrokontroler. Misalnya kita membuat sensor yang keluarannya 5 Volt maka diperlukan relay untuk membuat sensor tersebut dapat dibaca oleh PLC atau kita ingin menghidupkan lampu 220 Volt AC dengan mikrokontroler maka kita memerlukan relay sebagai komponen tambahan karena keluaran pada mikrokontroler hanya 5 volt.
Sebenarnya sudah ada IC (Integrated Circuit) yang dapat digunakan sebagai driver relay seperti IC ULN 2000 atau ULN 2003, tetapi untuk menambah pemahaman kita dalam dunia elektronika sebaiknya kita analisis isi dari IC tersebut untuk membuat sendiri rangkaian driver relay yang kita inginkan.

driver relay ic ULN 2003 

IC ULN 2003

Berikut contoh rangkaian driver relay ketika digunakan sebagai input ke PLC


rangkaian driver relay 
 rangkaian driver relay
Berikut contoh rangkaian driver relay ketika digunakan sebagai output dari mikrokontroler

rangkaian driver relay
rangkaian driver relay

semoga bermanfaat.
Selengkapnya ...

24 Apr 2011

Resistor serta fungsinya

RESISTOR SERTA FUNGSINYA

resistor adalah

Resistor adalah suatu komponen elektronika yang bisa kita diumpamakan dengan sebuah papan yang digunakan untuk menahan aliran air yang deras di parit kecil.

Adanya tahanan papan ini,maka arur air tersebut akan terhambat alirannya.

Makin besar papan yang digunakan untuk menahan air parit,makin kecil air pula yang mengalir.

Begitu pula resistor dalam elektronika,makin
besar resistansi (nilai tahanan),makin kecil arus dan tegangan listrik yang melewatinya.

Jadi fungsi Resistor adalah :

1. Menahan sebagian arus listrik agar sesuai dengan kebutuhan suatu
rangkaian elektronika.

2. Menurunkan
tegangan sesuai
dengan kebutuhan
suatu rangkaian
elektronika.

3. Sebagai Pembagi tegangan.

4. Bekerjasama
dengan Transistor
dan Capasitor dalam suatu rangkaian elektronika untuk
membangkitkan frequency rendah/tinggi.

Keterangan dan fungsi resistor adalah sebagai berikut :
A. Resistor
Tetap yaitu resistor yang
besaran tahanannya
tidak dapat diatur
atau tetap,diantaranya :

1. Resistor kawat logam,yaitu tahanan dari kawat logam
yang digulung di
permukaan tabung kaca.

2. Resistor arang(komposisi),yaitu resistor dari bahan arang karbon terdapat gelang warna
dibadannya,yang
merupakan nilai
besaran tahanannya.
simbolnya :
resistor tetap

B. Resistor variable adalah Resistor yang
besaran tahanannya
dapat diatur sesuai dengan kebutuhan,diantaranya :

1. Potensiometer,adalah resistor variabel
arang berupa
potensio putar atau geser.
simbolnya:
potensio

2. Trimpot,adalah
resistor variabel
arang yang dapat
diatur tahanannya
dengan memutar
lubang kecil pada
badan trimpot
dengan menggunakan obeng kecil.
simbolnya:
trimpot

3. LDR (Light
Dependend Resistor),adalah
resistor variabel yang tergantung
cahaya,resistansi
akan turun/berkurang jika terkena cahaya,sebaliknya
tahanan akan naik jika LDR terlindungi dari cahaya.
simbolnya:
ldr

4. Thermistor/NTC
(Negative
Temperature
Coefisien),adalah resistor variabel yang tergantung
suhu,resistansi akan berubah akibat perubahan
temperatur/suhu.
simbolnya:
ntc

Selengkapnya ...

23 Apr 2011

Resistor Tetap dan hukum Ohm

RESISTOR TETAP DAN HUKUM OHM

resistor

Resistor dilambangkan dengan R, jika diartikan secara bahasa artinya adalah perlawanan/tahanan/hambatan.

Resistor termasuk kedalam komponen pasif.

Fungsi utamanya adalah untuk menahan arus listrik.
Satuan nilai resistansi/hambatan dari resistor dinyatakan dalam (ohm) yang lambang seperti (Ω).

Nilai Resistansi biasanya dinyatakan dengan kode cincin warna, tetapi ada juga yang menggunakan kode berupa huruf-huruf seperti yang dipakai pada pengkodean BS 1852.

Hukum Ohm menyatakan bahwa besar arus yang mengalir pada konduktor pada suhu tetap sebanding dengan beda potensial antara kedua ujung konduktor.

rumusnya yaitu :

V = I x R > I = V/R > R = V/I

dimana :

V = Beda Potensial
satuannya Volt (V)

I = Arus Listrik
satuannya Ampere (A)

R = Hambatannya
satuannya Ohm (Ω)

Demikian sekilas tentang Resistor Tetap Dan Hukum Ohm.

Selengkapnya ...